Sabtu, 30 Juli 2022

KISAH TANAMAN BUAH DI RUMAH

Repost tulisan di facebook 24 Desember 2015

Suatu hari pada waktu kami baru beberapa bulan pindah ke rumah ini sekitar 2,5 tahun yang lalu, seorang bapak tua bertamu ke rumah dan menawarkan tanaman buah buahan yang dia jual.
Waktu itu karena kami masih repot pindahan disaat rumah masih jadi 50 % tapi sudah mulai ditempati dan masih memikirkan tukang, maka kami pun belum kepikiran untuk tanam menanam di sisa lahan di samping, depan maupun belakang rumah.
" Bapak dan ibu nggak usah mikir bagaimana menanamnya. Nanti harga tanaman sudah termasuk jasa menanam dan saya beri pupuk kandang sekalian dan garansi 1 bulan. Kalau saya tengok tanamannya ada yang mati akan saya ganti. Sayang lho bu kalau halamannya tidak dimanfaatkan. " begitu katanya seolah mengerti kerepotan kami.
Wah, boleh juga nih tawarannya. Disaat banyak orang mulai melakukan penjualan tanaman secara online melalui internet, sang bapak tua yang mungkin tidak mengenal dunia maya mempunyai kreatifitas yang lain dalam rangka menjual tanamannya dengan cara jemput bola dari rumah ke rumah.
Jadilah kami membeli pohon buah buahan seperti srikaya, jambu air, sirsat,manggis, durian, ace, mangga, jeruk dll, ada batang batang singkong juga yang langsung ditanam dan dipupuk olehnya hingga dua karung pupuk kandang yang dikerjakannya dalam waktu 3 hari.
Dua tahun berlalu, beberapa pohon mulai berbuah. Terutama singkong yang selama ini sudah kami nikmati hasilnya. Seperti juga pagi ini ketika srikaya jumbo yang baru belajar berbuah cuma satu biji berhasil dipetik dek fajar karena sudah matang di pohon.
Adapun sang bapak tua, kami nggak tahu kabarnya lagi. Namun kami masih terus mengingatnya sebagai orang yang turut berjasa dengan adanya tanaman buah di halaman rumah kami. Semoga selalu sehat dan terus laku jualannya ya Pak.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar