Sabtu, 30 Juli 2022

Mengenang Mereka yang Telah Pergi (2)

Repost tulisan di Facebook 9 Desember 2015

Hari senin kemarin sebenarnya saya masih mengambil cuti tahunan kantor, namun berhubung sudah dijadualkan jauh hari, maka hari itu saya tetap pergi ke Badan Diklat DIY untuk menghadiri seminar hasil prajabatan PNS yaitu dik Rismiyati dan Arum Ika Yulianawati dari perekam medis.

Setelah acara selesai jam 10, berhubung cuti saya tidak balik lagi ke kantor. Saya menyempatkan diri jalan jalan sebentar di lingkungan Badan Diklat yang asri di kawasan Gunung Sempu, Kasihan Bantul.
Banyak gedung baru yang dibangun diatas tanah yang konturnya berbukit bukit naik turun mengingatkan saya dengan kota Semarang tempat saya kuliah dahulu.
Di tempat yang merupakan tempat pendidikan dan pelatihannya para PNS DIY ini setidaknya saya sudah dua kali diasramakan disini yaitu waktu pra jabatan sekitar 2-3 minggu rodo lali dan diklat kepemimpinan / diklatpim 4 hampir 1,5 bulan.
Saat diklatpim 4 saya sempat mengalami insiden jatuh dari tangga yang menyebabkan sendi tumit kaki kanan saya patah dan dioperasi lalu dipasang semacam baut / pen sebanyak 2 buah yang sampai sekarang masih bertengger di dalam kaki saya.
Selama hampir 2 bulan saya berjalan menggunakan kursi roda atau tongkat penyangga. Dan selama masa itu atas dorongan teman teman sediklat waktu itu, sekeluar dari RS saya tetap berusaha menyelesaikan kegiatan sampai akhir. Bisa dibayangkan dengan kondisi medan naik turun seperti itu apalagi kamar tidur serta ruang kelas berada di lantai 2.
Dalam keadaan seperti itu teman temanlah yang banyak membantu terutama pak Hari Megeng sang ketua kelas, mbak Maya Gondhokusumo, mbak Jatmi, mb Inti mawarni, Pak Kusno. Pak Lilik, Mbak Yemmy, Bu Made, Pak Aris yang rajin mendorong kursi roda, dll dan terutama Mbak Dwi Lestari Malistiati atau Bu Lis teman sekamar saya dari Disnakertrans atau Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi DIY yang setia mengambilkan saya makanan dan minuman ke kamar berhubung tempat makan di gedung menza cukup jauh. Setelah diklat selesai kami tetap berhubungan baik dengan sesama alumni diantara kesibukan kami masing masing.
Namun beberapa waktu yang lalu saat bertemu dengan Pak Karno, kasubbag program Disnakertrans DIY, saya mendapatkan kabar bahwa Bu Lis telah tiada setelah cukup lama berjuang melawan kanker payudara.
Sebelumnya sebenarnya saya sudah mendengar kabar beliau mengundurkan diri sebagai Kasie Perijinan dan sertifikasi pelatihan Disnakertrans DIY, dan kondisinya sudah di rumah terus. Saat itu saya sempat berniat menengoknya sepulang dari suatu acara, namun karena takut kesorean saya mengurungkan niat tersebut. Dan sebelum saya sempat menemuinya, beliau telah dipanggil yang maha kuasa.
Ada perasaan menyesal karena belum sempat bertemu bu Lis untuk terakhir kalinya. Ternyata ketika kita mempunyai niat baik sedapat mungkin niat itu jangan kita tunda tunda sebelum akhirnya kesempatan itu telah pergi.
Selamat jalan bu Lis, semoga mendapatkan tempat terbaik disisi Nya.
Sleman 9 Desember 2015 dini hari

Tidak ada komentar:

Posting Komentar